Oknum Wartawan Diduga Tipu Warga Dharmasraya, Janjikan Kelulusan Jadi Anggota Polri

Dharmasraya, Sijunjungpost — Kasus dugaan penipuan terkait penerimaan anggota Polri terjadi di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Seorang oknum wartawan yang juga dikabarkan menjabat sebagai pemimpin redaksi (Pemred) salah satu media online, diduga menipu warga dengan janji bisa meluluskan menjadi anggota Polri.

Sebagaimana dilansir Laksamana.id dalam berita berjudul “Calo Penerimaan Polri di Sumbar, Pimred Media Online Lakukan Penipuan di Dharmasraya”, oknum tersebut mengaku kepada korban bahwa ia memiliki koneksi hingga ke Mabes Polri dan dapat membantu proses kelulusan.

Pelaku diduga meminta uang sebesar Rp150 juta sebagai imbalan jasa.

“Dia meminta ke saya Rp150 juta, namun saya kirim dulu Rp100 juta dan ditambah uang jalan Rp2 juta dalam empat kali pengiriman,” ungkap korban seperti dikutip dari Laksamana.id, Kamis (6/11).

Menurut korban, oknum tersebut bahkan sempat meminta tambahan uang sebesar Rp25 juta pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Karena panik dan masih percaya dengan janji pelaku, korban berusaha mencari pinjaman dan akhirnya mengirimkan uang sekitar pukul 03.00 WIB.

Belakangan, korban yang enggan disebutkan namanya merasa tertipu setelah mengetahui bahwa janji kelulusan tersebut tidak terbukti. Ia kemudian mengetahui bahwa oknum wartawan itu diduga telah melakukan aksi serupa terhadap sejumlah korban lain dengan modus yang sama.

Sebelumnya, Wakapolda Sumatera Barat telah mengimbau masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang. Proses penerimaan anggota Polri, tegasnya, dilaksanakan secara transparan dan akuntabel.

Korban berharap aparat penegak hukum menindaklanjuti kasus ini secara serius. Ia menilai, tindakan oknum wartawan tersebut mencoreng profesi jurnalis yang seharusnya menjadi pilar keadilan dan pengawasan publik.

“Saya berharap kasus ini diusut tuntas agar tidak ada lagi korban berikutnya. Banyak orang tua berharap anaknya bisa diterima di TNI, Polri, atau CPNS. Jangan sampai harapan itu dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya. (SP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *